Minggu, 11 Maret 2012

THE BEST AMONG THE WORST


Ya Allah janganlah Kau utus kepada kami, karena dosa-dosa kami, para pemimpin yang tidak takut kepada Mu dan tidak sayang kepada kami...

Jakarta akan diramaikan lagi dengan digelarnya sebuah pesta politik, Pemilihan Gubernur atau Pemilihan Kepala Daerah alias PILKADA. Pesta politik yang rencananya akan digelar pada bulan Juni 2012 ini merupakan sebuah ajang pencarian dan penetapan gubernur DKI Jakarta yang juga menjadi orang nomor wahid di propinsi yang menjadi ibukota Negara ini.
Diantara sekian banyak acara Pilkada atau Pemilukada yang digelar di berbagai daerah di tanah air, nampaknya Pilkada atau pemilihan Gubernur DKI Jakarta menjadi penting dan menarik untuk dicermati mengingat pentingnya posisi Provinsi DKI Jakarta sebagai Ibukota Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Sebagai ibukota Negara, Jakarta menjadi salah satu barometernya Indonesia. Jakarta menjadi salah satu kota tujuan wisata terbesar sehingga para wisatawan atau turis asing yang ingin mengunjungi Indonesia belum afdhal rasanya kalau tidak mengunjungi Jakarta dan mencoba untuk tinggal walau hanya beberapa hari saja.
Jakarta saat ini merupakan kota metropolitan yang sedang tumbuh menjadi kota terbesar dengan segala fasilitas yang memanjakan warga yang tinggal didalamnya. Tak heran jika pembangunan gedung-gedung pusat perbelanjaan, apartemen-apartemen, real estate, pusat-pusat pendidikan begitu maraknya di Provinsi ini.
Kondisi seperti ini membuat Jakarta dianggap surga bagi para pencari kerja dari daerah lain. Kondisi ini pun keruan saja membuat warga Negara Indonesia dari provinsi lain tertarik untuk datang dan mengadu nasib di kota ini.
Urbanisasi besar-besaran ini membuat Jakarta menjadi kota terpadat dibanding kota-kota lain di Indonesia. Akibatnya, munculah masalah-masalah sosial yang datang silih berganti menyelimuti kota tercinta ini. Daerah kumuh, banyaknya warga penyandang masalah social (gelandangan dan pengemis), tingginya angka kriminalitas setiap tahunnya merupakan sedikit dari masalah social yang pasti terjadi di kota ini. Belum lagi masalah kemacetan, polusi udara, tanah dan air, banjir yang setiap saat bisa terjadi menjadi masalah pelik yang membutuhkan penanganan serius.
Oleh karena pentingnya posisi Jakarta diantara propinsi-propinsi lain di Indonesia dan segudang masalah yang setiap saat terjadi di propinsi ini, maka kehadiran seorang pemimpin yang saleh, cerdas dan tegas sangat dibutuhkan. Seorang pemimpin yang bisa memberikan solusi yang tepat atas segala permasalahan yang terjadi di ibukota ini.
Memang sulit mencari seorang pemimpin yang sempurna, yang benar-benar mengerti keinginan rakyat dan mau berjuang sungguh-sungguh untuk sebesar-besarnya kepentingan rakyat. Karena kebanyakan mereka menampakkan kepeduliannya kepada rakyat, berbicara atas nama rakyat dan berbuat baik untuk rakyat di saat-saat mereka butuh suara rakyat agar mereka terpilih sebagai pemimpin (baca: Kepala Daerah).
Sulit bagi kita, para calon pemilih, untuk mengenali mereka lebih mendalam. Karena mereka bukanlah saudara kita, tetangga kita atau orang yang dekat dengan kita yang dapat kita amati tingkah lakunya, kita kenali sifat dan karakternya dan kita telusuri dan ketahui latar belakang keturunannya.
Sebagai muslim kita tidak ingin terjebak dalam euphoria demokrasi melalui pilkada sehingga kita salah dalam memilih seorang pemimpin. Tentu saja kita tidak ingin sembarangan memilih seorang pemimpin dan memilih pemimpin yang sembarangan, pemimpin yang tidak punya rasa takut kepada Allah, tidak punya rasa malu dan tidak peka terhadap penderitaan rakyat. Karena jika itu yang kita lakukan maka kerugian yang akan kita alami.

Tiga hal
Ada salah satu doa yang berbunyi : Ya Allah sesungguhnya kami takut kepadaMU, kami takut kepada orang-orang yang takut kepadaMU dan kami juga takut kepada orang-orang yang tidak takut kepadaMU…
Dari doa tersebut kita diajarkan untuk takut pada tiga hal: pertama, takut kepada Allah SWT yaitu takut akan murka dan azabNya. Kedua, takut pada orang-orang yang takut kepada Allah SWT yaitu para kekasih (auliya) Allah dan para ulama yang zuhud dan wara’. Yang kita takuti adalah kualat yang muncul akibat dari sikap menyakiti dan mengabaikan petunjuk dan nasihat mereka. Ketiga, takut kepada orang yang tidak takut kepada Allah yaitu orang-orang zalim, durhaka dan ahli maksiat. Yang kita takuti adalah kesialan atau nasib sial yang mungkin sekali menimpa kita sebagai akibat dari perbuatan mereka dan kecenderungan kita terhadap mereka.
Kita tidak tahu apakah para kandidat calon gubernur DKI Jakarta pada Pilkada 2012 ini adalah tipe orang-orang yang takut kepada Allah atau jenis manusia yang tidak takut pada Allah SWT. Hanya Allah saja yang tahu apa yang tersirat di hati mereka. Namun yang pasti menurut tim sukses dari masing-masing pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta 2012, mereka adalah orang-orang yang berkomitmen kuat untuk membenahi dan memajukan kota Jakarta juga mensejahterakan seluruh warga Jakarta. Semoga apa yang mereka kampanyekan dapat mereka realisasikan di saat mereka terpilih nanti tidak hanya menjadi pemanis bibir untuk kepentingan sesaat.
Dalam kondisi seperti ini setidaknya ada tiga hal yang dapat kita jadikan bahan renungan sebelum kita memilih pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta 2012.
Pertama, hal yang paling penting dan mendasar adalah akidah atau keyakinan. Janganlah memilih orang yang berbeda keyakinan (agama) dengan kita. Karena Allah SWT sangat melarang hal tersebut. (Lihat QS. Ali Imran : 28, An-Nisa: 89, 139 & 144, Al-Maidah: 51 & 57). Bahkan dalam surah An-Nisa : 139 orang yang menjadikan orang-orang kafir sebagai pemimpin dikategorikan oleh Allah sebagai orang-orang munafiq. Na’udzubillah min dzalik.
Kedua, lakukan salat istikharah karena Rasulullah SAW menjamin tidak akan merugi orang yang menentukan pilihannya melalui salat istikharah. Dan seharusnya dalam kondisi menjelang Pilkada ini atau Pemilu anggota DPR dan Presiden misalnya, para ulama menyerukan umat Islam untuk melaksanakan salat istikharah secara nasional mengingat kegiatan-kegiatan seperti ini bukanlah hal main-main. Pilkada atau pemilu menentukan nasib bangsa di masa depan. Salah saja bangsa ini  memilih pemimpin maka celakalah bangsa ini!
Ketiga, diakui atau tidak kita dihadapkan pada pilihan yang sulit. Dalam hal ini prinsip mencari best of the best atau mencari yang terbaik diantara yang baik adalah sulit.  Apalagi para kandidat ini mempunyai keterlibatan dengan masa lalu lengkap dengan kekurangan dan kelebihannya. Prinsip mencari yang terbaik diantara yang terburuk (the best among worst) kemungkinan menjadi istilah yang bisa mewakili gambaran atas situasi seperti ini. Dalam bahasa agama, menghadapi situasi seperti ini, kalau memang kita tidak menemukan calon yang, menurut kita, benar-benar istiqamah dan bertanggung jawab untuk memimpin Jakarta ini,  maka carilah satu calon pemimpin yang madaratnya lebih ringan dan lebih sedikit (akhaff al- Dhararain) ketimbang calon-calon yang lain.
Akhirnya, setelah proses ikhtiar kita lakukan dengan maksimal marilah kita bertawakkal kepada Allah dengan sebenar-benarnya tawakkal seraya terus berharap dan berdoa semoga Allah tidak mengutus kepada kita, karena dosa-dosa kita, para pemimpin yang tidak takut kepada Allah dan tidak sayang kepada kita. (Allaahumma laa tusallith ‘alainaa bidzunuubinaa man laa yakhaafuka wa laa yarhamunaa). Amin.
Semoga dalam Pilkada 2012 ini, kita dan  semua warga Jakarta dibimbing oleh Allah untuk tidak salah dalam memilih dan mengangkat pemimpin demi kemaslahatan Jakarta dan jutaan warga yang tinggal didalamnya. Selamat memilih!!! (Abu Muhammad Endang Maryana)

Sabtu, 14 Januari 2012

GURU DAN KETELADANAN


“ The foundations of character are built not by lecture,
but by bricks of good example, laid day by day”
(Leo B. Blessing)

Profesi guru merupakan profesi yang menarik dan unik. Menarik karena tidak semua orang yang pandai bisa menjadi guru atau membuat orang mengerti apa yang dia ajarkan. Unik karena guru berkaitan langsung dengan pembelajar (pelajar) yang multi karakter, watak dan keinginan serta latar belakang kehidupan mereka yang beragam. Disinilah kecakapan seorang guru sangat dituntut dalam mengharmonisasikan semua keberagaman tersebut. Apa sich guru itu? 
Guru menurut Macmillan adalah “someone who other people respect and go to for advice about a particular subject”. Guru adalah seorang yang dihormati dan tempat meminta nasihat untuk permasalahan-permasalahan tertentu. Guru memang bukan hanya sekedar pengajar (teacher), namun harus didefinisikan secara lebih luas lagi, karena memang seorang guru yang berhasil harus lebih dari sekedar mengajar (teach).
Parameter keberhasilan seorang guru dalam mengajar bisa dilihat dari sisi akademik dan sosial. Sisi akademik diantara indikatornya adalah efektifnya proses kegiatan belajar mengejar (kbm) dikelas, penyampaian materi pelajaran yang bersifat komprehensif dan dapat dicerna oleh peserta didik. Sedangkan keberhasilan dari sisi sosial dapat dilihat dari sejauh mana seorang guru bisa menjadi panutan bagi murid-muridnya. Guru, dalam hal ini, harus bisa memposisikan atau bahkan menjadikan dirinya teladan yang baik (uswah hasanah) bagi anak didiknya. Karena guru berarti digugu (ditaati) perintahnya dan di tiru tingkah lakunya.
Menjadi teladan yang baik bukan hanya di sekolah saja, namun lebih luas dari itu menjadi teladan harus dimulai dari lingkungan keluarga sampai lingkungan dimanapun si guru itu berada. Keteladanan juga berarti menyentuh seluruh aspek kehidupan guru tersebut dari hal-hal yang besar sampai kepada hal-hal yang kecil dan sepele seperti cara berpakaian, etika berbicara dan seterusnya. Karena percuma jika seorang guru menyuruh kebaikan tapi dia sendiri tidak bisa melakukan kebaikan tersebut. Dan perlu diingat bahwa dalam beberapa firmanNya, Allah SWT mengecam orang-orang yang hanya bisa menyampaikan kebenaran melalui kata-kata tanpa mampu dan mau mempraktekkanya. (QS Al-Baqarah: 44, Ash-Shaf: 2-3)
Keteladanan merupakan salah satu syarat penting dalam dunia pendidikan Islam karena Islam termasuk agama yang meletakkan pendidikan dan ilmu sebagai prasyarat terbentuknya manusia muslim seutuhnya (insan kamil) yang mampu mengamalkan ilmunya dan beramal atau bekerja sesuai dengan ilmunya.
Untuk mencapai hal tersebut setidaknya ada lima konsep dasar pengajaran yang harus dipenuhi oleh seorang guru.
Pertama,  I’m A God’s Creature (profesi guru adalah ibadah). Mengajar jika diniatkan sebagai persembahan kita untuk Sang Maha Berilmu, yang terbersit hanyalah kerendahan hati, penghargaan kepada sang pembelajar dan hasrat yang mengagumkan untuk selau memberikan yang terbaik. Mengajar akan lebih menetramkan dan membehagaikan semua pihak.
Kedua, I’m A Teacher (yang mengajar dengan hati).  Karena pada dasarnya apapun yang bermula dari hati akan juga diterima oleh hati. “What comes from the heart goes to the heart” demikian kata orang bijak. Memang banyak hal dalam hidup ini yang tidak kasat mata, namun sangat jelas bagi sang hati.
Disamping mata, telinga dan pikiran sebagai sarana meraih pengetahuan, Al-Quran pun menggaris bawahi peranan kesucian hati. Karena wahyu dianugerahkan atas kehendak Allah dan berdasarkan kebijaksanaanNya tanpa usaha dan campur tangan manusia. Sementara firasat, intuisi dan semacamnya dapat diraih melalui penyucian jiwa (tazkiyah nafs). Dari sini para ilmuwan muslim menekankan pentingnya penyucian jiwa (tazkiyah nafs), karena mereka sadar terhadap kebenaran firman Allah :
“Aku akan memalingkan orang-orang yang menyombongkan diri di muka bumi –tanpa alasan yang benar- dari ayat Ku.” (QS. Al-A’raf : 146) Jadi, bersihkan hati dan luruskan niat sebelum kita menyampaikan kebenaran.    
Ketiga, I’m A Guide (Yang membimbing dengan nurani). Membimbing dengan nurani adalah mengarahkan (directing) orang lain ke arah yang positif, tanpa membuat mereka merasa diarahkan. Membantu seseorang menyelesaikan masalahnya dengan memberikan masukan-masukan yang konstruktif, dengan cara yang arif, sehingga yang dibantu tidak merasa diajari dan tidak ada kesan “saya lebih hebat dari kamu”. Dan membimbing adalah tugas kita semua tidak terbatas pada guru ataupun orang tua.
Keempat, I’m An Educator (Yang membimbing dengan segenap keikhlasan). Mari kita sama-sama, bahu membahu mendidik anak bangsa ini dengan segenap kaikhlasan. Ini sungguh tidak sulit asal kita mau membulatkan tekad, menyatukan hati, menyelaraskan nurani untuk memberikan yang terbaik!
Kelima, I’m An Inspirer (Yang menginspirasi dan menyampaikan kebenaran dengan rasa kasih). Terlalu sempit kalau proses pendidikan hanya bergantung pada kurikulum sekolah yang nota bene tidak menjanjikan apa-apa. Kita harus bersedia untuk belajar dari hidup yang sebenarnya. Kita bawa pernak pernik kehidupan ke ruang kelas kita, kita urai satu persatu dan kita nikmati pahit manisnya bersama para murid kita. Ini jauh lebih penting! Meladee McCarty berujar “Anak-anak di dalam kelas kita mutlak lebih penting dari pada pelajaran yang kita ajarkan pada mereka.”
Demikianlah, keteladanan menjadi salah satu sarat mutlak menuju tercapainya tujuan pendidikan. Keteladanan berarti mengedepankan aksi selain teori. Sesuai dengan sabda Rasul SAW bahwa “bahasa tindakan atau perilaku (lisaanul haal ) lebih efektif ketimbang bahasa ucapan (lisaanul maqaal)”.
Mari kita mempersiapkan diri kita menjadi panutan yang baik untuk diri, keluarga, masyarakat dan bangsa kita. Karena sesungguhnya kita mempunyai tanggung jawab moral dalam membentuk generasi berikut (the next generation) yang siap lahir batin dalam menghadapi masa depan dengan segala kompleksitas tantangan dan rintangannya. Wallahu a’lam bil shawab. (Abu Muhammad Endang Maryana)

       




















Rabu, 11 Januari 2012

Kebaikan dan Dosa

Dari Nawas bin Sam'an RA Nabi SAW bersabda, "Kebajikan itu adalah budi pekerti yang baik dan dosa itu adalah segala sesuatu yang menggelisahkan perasaanmu dan yang engkau tidak suka bila dilihat orang lain." (HR. Muslim)

Israel Akan Mencaplok Suriah, Bila Bashar al-Assad Jatuh

Israel sangat takut bila Presiden Bashar al-Assad jatuh, maka Suriah akan jatuh ke tangan Ikhwanul Muslimin. Israel akan benar-benar terkepung. Seperti dikatakan Perdana Israel Benyamin Netanyahu, bila Bashar al-Assad jatuh, maka Syria akan jatuh ke tangan Ikhwanul Muslimin.
Israel seperti dikatakan oleh Menteri Pertahanan Amerika Leon Panetta, bahwa pasca revolusi di dunia Arab, nasib Israel benar-benar sangat buruk, dan terkepung dengan rezim-rezim baru, yang sangat tidak bersahabat dengan Israel. Israel harus melakuka pilihan berdamai dengan dunia Arab dan Palestina.
Kejatuhan Bashar al-Assad, sangat dikawatirkan Syria akan jatuh ke tangah Ikhwan. Berarti Israel di kelilingi kekuasaan yang dikenedalikan oleh Ikhwan. Mesir, negeri yang paling strategis posisi geopolitiknya, dan berpenduduk 87 juta, sekarang kekuasaan beralih ke tangan Ikhwan. Bersamaan dengan kemenangan Partai Kebebasan dan Keadilan, yang mencapai 40 persen dukungan suara dari rakyat.
Situasi politik di Mesir masih ditambah dengan kemenangan Partai Nur, yang didirikan oleh Salafi, mendapatkan dukungan yang sangat signifikan suaranya, yang mencpai hampir 30 persen. Sehingga, gabungan Partai Kebebasan dan Keadilan dangan Partai Nur, sudah mencapai 70 persen, dan dengan sendirinya, dapat merubah konstitusi Mesir, yang akan mempunyai implikasi serius bagi masa depan.
Palestina suda lama, kekuatan Ikhwan menancapkan kukunya di tanah Palestina, sejak zamannya Hasan al-Banna mengirimkan ribuan pasukan sukeralawan ke Palestina, dan kemudian dilanjutkan oleh Izzudin al-Qassam, yang merupakan seorang kade Ikhwan. Seperti halnya, Ahmad Yasin dan Haniya, merupakan tokoh yang berafiliasi secara ideologis dan politik kepada Ikhwan.
Sheik Yasin merupakan generasi kedua setelah Izzudin Al-Qassam, yang berjuang membebaskan Palestina. Sekarang Sheik Yasin digantikan oleh Ismail Haniya. Mereka merupakan generasi penerus Ikhwan.
Di Lebanon, kekuatan Ikhwan tidak dapat dipandang lemah, yang merupakan jaringan gerakan, yang dikeknal "Murobithun", yang merupakan gerakan sayap militer dalam gerakan Ikhwan di Lebanon.
Tokoh-tokoh Ikhwan Libanon, seperti Fathi Yakan, dan Said Hawa, merupakan tokoh-tokoh yang terus menggelorakan perlawanan terhadap Israel. Meskipun, landscape politik di Lebanon sekarang dikuasai oleh Hisbullah. Tetapi, kelompok Ikhwan tetap memiliki "share" politik di Lebanon.
Tokoh-tokoh Ikhwan di Suriah sudah habis dibantai oleh Hafez al-Assad, ayah dari Bashar al-Assad, di tahun l982, tetapi kota Hamma (Home), tetap menjadi pusat gerakan terhadap rezim Alawiyyin (Syiah).
Ikhwan sejak zamannya Ramadhan al-Buthi, dan sejumlah tokoh lainnya, terus melakukan perlawanan terhadap rezim minoritas Alawiyyin, yang menggunakan pasukan militer mereka membasmi gerakan Ikhwan.
Tetapi, sejak tahun l982, di mana Ikhwan dibantai oleh Hafez al-Assad, sekarang mereka menggunakan taktik baru, yang diinspirasi oleh Hamas, melalui cara "Intifadhah" perlawanan dalam bentuk pembangkangan sipil dan demonstrasi.
Ini membuat rezim Bashar al-Assad, menghadap kesulitan. Apalagi, kelompok Ikhwan di Suriah sekarang mendapatkan dukungan dari Turki, dan sejumlah LSM internasional dibidang hak-hak asasi manusia.
Israel menyakini Bashar al-Assad pasti akan kalah dan hancur. Kepala Staf Angkatan Bersenjata Israel, Jenderal Benny Gantz mengatakan, kepada anggota Komite Knesset, bila Bashar al-Assad jatuh, maka militer Israel segera akan masuk ke Suriah.
Ini sudah tidak mungkin lagi ditolelir, di mana rezim-rezim yang dahulunya menjadi sekutu Israel, sekarang jatuh ke tangan kelompok "teroris". Ikhwan di mata Israel tetap merupakan kelompok radikal, yang sama dengan teroris. Hamas yang merupakan anak asuh Ikhwa itu, tak lain adalah kekuatan teroris, yang akan mengancam masa depan Israel.
Seperti garis yang melingkar dari mulai Mesir, Tunisia, Maroko, Aljazair, Yaman, sampai ke Suriah, kekuatan Ikhwan, nampaknya akan menjadi penentu garis politik di Timur Tengah di masa depan. Ikhwan akan menjadi pemain utama, pasca revolusi di dunia Arab dan Afrika Utara.
Kemenangan dalam pemilu yang sekarang ini berlangsung, nampaknya memberi ruang lebih luas bagi Gerakan Jamaah Ikhwan memposisikan dalam episentrum politik secara regional di dunia Arab dan Afrika Utara.
Di Mesir pemilu parlemlen dimenangkan oleh Partai Kebebasan dan Keadilan, di Tunisia dimenangkan Partai An-Nahdhah, di Maroko dimenangkan oleh Partai Keadilan dan Pembangunan, di Yaman kemungkinan yang akan menjadi penentu Partai Ishlah.
Semuanya kekuatan politik baru ini, merupakan produk Ikhwan. Dan para pemimpin Ikhwan memainkan peran politik dengan sangat cerdik, yang terkadang menimbulkan prasangka dikalangan Islam sendiri, yang menilai Ikhwan bermain dalam tataran politik, bergaya "murji'ah".
Penentu kebijakan di Yerusalem dan Washingtong sedang galau melihat perubahan poltik, yang sangat dramatis di dunia Arab dan Afrika Utara, di mana kalangan sekuler dan liberal digulung oleh kalangan Islamis.
Meskipun, Gedung Putih sudah mengeluarkan ratusan juta dollar untuk menggagalkan kaum Islamis agar mencapai kemanangan.
Tetapi, segala telah berubah, dan tidak mungkin lagi jarum jam, akan ditarik ke belakang, dan segala telah memberikan harapan bagi Gerakan Islam.
Tentu, yang paling menarik perkembangan di Turki, di mana Partai AKP yang dipimpin oleh Perdana Menteri Erdogan, benar-benar berhasil mengubah posisi militer. Militer Turki diposisikan dibawah supremasi sipil. Militer tidak lagi dapat mengetervensi pemerintah, dan membubarkan pemerintah partai politik.
Sekarang posisi Turki semakin jauh. Akibat peristiwa Kapal Mavi Marmara itu, hubungan Turki-Israel, boleh dibilang putus. Semua hubungan bilateral dengan Israel dibekukan. Padahal, antara Turki dan Israel, keduanya menjadi anggota Nato. Tetapi, Turki tetap memilih jalan menolak hubungan dengan Israel, sampai meminta maaf.
Kolaborasi antara Ikhwan dengan Partai AKP sangat nampak, di mana saat kunjungan Perdana Menteri Turki Recep Tayyib Erdogan, bertemu dengan Mursyid 'Aam Ikhwanul Muslimin, Mohammad Badie, dan melakukan pembicaraan bagi masa depan dunia Arab dan kaum Muslimin.
Perdana Menteri Hamas Haniya, juga melakukan kunjungan ke Turki, dan bertemu dengan Erdogan. Ismail Haniyah bukan hanya bertemu dengan Erdogan di kantornya di Ankara, tetapi Haniyah di jamu di rumah Erdogan di rumah pribadinya. Dukungan Turki terhadap Palestina secara total. Tidak menunjukkan adanya keraguan.
Israel benar-benar terkepung saat sekarang ini. Seperti dikatakan oleh Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Leon Panetta, bahwa Israel sekarang sudah terkepung, dan Benyamin harus berdamai dengan Palestina. (al-afghan)